Rabu, 08 Januari 2014

WAR


WAR
                                                                                                            (AFGHANISTAN)

Beberapa tahun lalu aku bertemu dengan seseorang, dia bernama Rodrigo Diaz, dia adalah seorang tentara perdamaian untuk dunia, dia menawarkanku untuk bergabung dengannya, awalnya aku menolak karna tak mempunyai bakat apapun, tetapi dia memaksa dan dia mengatakan jika dia ingin mengajariku semuanya, akhirnya aku menerima ajakannya
Setelah aku menerima tawarannya itu aku benar-benar diajarkan semua, termasuk persenjataan, tak terasa 6 bulan sudah berlalu

Kapten             : “kau benar-benar cepat memahami semua yang aku ajarkan padamu”
            Jack                   : “Terima kasih kapten, ini semua karnamu”
Kapten             : “Ini karna keseriusanmu untuk memahami semua itu jack,  ini bukan karnaku”
Jack                  : “Terima kasih banyak, pak”
Kapten : “Apa kau siap, jack??”
Jack                 : “Siap untuk apa, kapten ??”
Kapten : “Untuk berperang di afghanistan bersamaku dengan yang lain”

Deg, jantungku terasa berhenti karna kaget mendengar perkataan kapten Rodrigo dan hampir tak bisa bekata-kata lagi, tetapi akhirnya aku menjawab

Jack                 : “A.Apa ?? Perang ?? Aku belum siap kapten, terlalu cepat untuk melakukan itu”
Kapten            : “Tak apa, kau adalah prajurit terbaikku, kau pasti bisa dan kau pasti akan siap”
Jack                 : “Ohh begitukah menurutmu ?? Jika menurutmu begitu aku akan mengikuti kata-katamu”
Kapten            : “Bagus,posisimu dan 20 orang lagi dibagian sniper, menurutmu aku cocok di bagian apa??”
Jack                  : “Bagiku kau cocok dibagian sniper juga, kapten”
Kapten            : “Baiklah aku akan dibagian sniper dan aku akan slalu disampingmu untuk melindungimu”
Jack                 : “Benarkah itu ??”
Kapten : “Yaa itu benar”

Persiapan telah dilakukan seminggu sebelum perang dimulai, ku menghabiskan waktu itu untuk tetap berlatih menembak, dan hari dimana pemberangkatan pasukan perang sudah tiba, Vegeance, Shadow, Ray, Jhony, dan Hard dan beberapa orang lainnya lagi mereka semua dari negara yang berbeda tetapi mereka sama-sama tergabung dalam Spesial Force, dalam perjalanan kami menyusun strategi yang akan digunakan, beberapa menit kemudian kami sampai pada titik penerjunan, dan kami terjun dari ketinggian 3000 kaki, dari atas terlihat orang yang sedang baku tembak, tiba” kapten Rodrigo berbicara melalui radio

Kapten            : “Kalian semua ingat posisi kalian dan ingat strategi yang telah kita buat bersama”
All                   : “Baik pak”

Setelah sampai didaratan kami semua menempati posisi masing-masing, kapten berbicara lagi

Kapten            : “Misi kita mengambil berkas yang dipegang oleh ketua teroris itu ! ambil berkas dan berkumpul disini lagi”
All                   : “Baik, kapten, kami akan menyelesaikan misi dengan baik”
Kapten            : “Kuharap begitu. Dan Jack kau ikut akumelalui jalur selatan”
Jack                 : “A.Aku ?? ohh baiklah kapten”
Kapten            : “Okay, now move, mov, move !!!”
All                   : “ Yes, sir “

Semua pasukan menyebar keseluruh tempat mengikuti strategi yang dibuat, tak selang beberapa menit kami mendapat serangan dari musuh, ratusan tembakan kami keluarkan, akhirnnya semua musuh telah mundur, syukurlah pasukan kami masih utuh dan tak terluka sedikitpun dan kamipun melanjutkan perjalanan, tapi tiba”
Cpl. Shadow   : “Awas !!! RPG datang !!!”
Semua pasuka merunduk dan melindungi kepala masing”, tetapi ada salah satu prajurit telat merunduk dan akhirnya BOOOM, prajurit itu mati terkena RPG, dengan geramnya aku menembak kepalanya 2x dan akhirnya si pemegang RPG itu mati dengan keadaan kepala yang hancur, dengan sedih melihat salah satu prajurit mati, kami meneruskan perjalanan

Kapten            : “Target tempat sudah dekat dan terletak setengah kilometer dari sini. Jack, kau bersiap siaga dan mencari spot untuk menembak, musuh berada pada tingkat 3 di jendela ke 4 dari kanan “
Jack                 : “ baik kapten “
Kapten            : “Aku akan melindungi kalian dari jarak 250 meter, Mayor Rick kau ikut Letcol Jack dan aku di jarak 250 meter, dan kumohon 2 orang lagi yang memegang M4A1 untuk melindungi kami”
May. Rick       : “Baiklah kapten”
Sgt Trickster   : “Aku Pemegang M4A1 meminta ijin untuk melindungi kalian pak ”
Cpl Ace           : “Saya juga kapten, meminta ijin untuk melindungi kalian”
Kapten            : “Ijin dterima, sekarang jalankan tugas, ayo maju !!”
All                   : Baik, kapten !”

Dari 100 Prajurit dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok 1 yang diberi nama Eagle eye dipimpin oleh rodrigo dan bertugas untuk memantau dengan menembak dari jauh, tetapi pasukan ini dibagi menjadi 4 lagi dan berada di pos tembak yang berbeda
Dan satunya lagi kelompok nomor 2 yang bernama Bald Eagle 001, mereka kelompok yang membawa senjata yang khusus untuk menyerang dan bertugas untuk membobol markas lawan, dipimpin oleh Mayor Rick dan mereka suka menerobos secara bersamaan

May. Rick       : “Attention, general Rodrigo, kami sudah siap menerobos kedalam, apakah keadaan dibagian atas aman, menurutmu ??”
Kapten            : ”Sudah aman, kami sudah menembak jatuh mereka semua, tunggu sebentar disitu, aku dan Jack akan ikut masuk untuk melindungimu”
May. Rick       : “Baiklah”

Kami berdua berangkat ke tempat mayor Rick yang kebetulan tidak terlalu jauh dari pos kami. Beberapa menit kemudian kami sampai ditujuan

May Rick        : “Kau sudah datang Rodrigo ?? pakailah senjataku ini, aku akan memakai D Eagle kesayanganku ini”
Kapten            : “Terima kasih, tapi kurasa tak perlu, aku sudah mempunyai L11541”
May Rick        : “Baiklah kalau begitu, lets move !!”

Lalu Kapten Rodrigo menghubungi pasukannya yang ada di pos

Kapten : “Siap siaga, jaga tempat ini dari kejauhan”
All                   : “Baik Kapten”

Mereka akhirnya masuk ke gedung dan menyebar untuk membunuh musuh-musuh. Beberapa menit kemudian kami mendapatkan serangan dari musuh, aku mengangkat senjata dan “DOR” aku mengenai kepala musuhku itu

May Rick         : “Niceshot Jack, you hit the head”
Jack                 : “Thanks mayor Rick”

Kami berjalan lagi dan langsung menuju ke lantai yang dipakai musuh untukmeletakkan berkas yang kami cari tersebut, kami berjalan dengan hati” tetapi tiba-tiba “DOR-DOR-DOR” aku kaget dan melihat kebelakang, ternyata kapten Rodrigo tertembak di bagian dada, kaki, dan pahanya, dia terkapar, aku segera menaruh senjataku dan menghampiri tubuh kapten

Jack                 : “Kapten !!!!!!!!!”

Dengan mengeluarkan D Eagle dan menembak kepala musuhku itu

May Rick         : “Rodrigo!! Bertahanlah, dimana petugas pertolongan pertama ??”

Petugas pertolongan pertama datang dan langsung menutup luka kapten
Dengan suara melemah kapten berbicara

Kapten : “J Jack percuma kau menutup luka ini, umurku sudah sebentar lagi”
Jack                 : “Bicara apa kau, jangan lemah begitu kapten”
Kapten            : “Jaga dirimu baik-baik Jack, jangan pernah putus semangat, tetaplah maju, sampaikan kepada keluargaku “kalau aku mati terhormat di medan perang” dan satu lagi “JANGAN PERNAH LUPAKAN AKU” Jack
Jack                 : “Aku tidak akan pernah melupakanmu kapten” (dengan mengangis)

Kapten Rodrigo hanya tersenyum dan beberapa detik kemudian dia memejamkan matanya untuk selamanya

May Rick         : “Jack jagalah jasad Rodrigo disini, kami akan mengambil...”
Jack                 : “tidak !! aku yang akan mengambil berkas itu sendirian, berikan senjatamu itu” (potongku)
May Rick        : “apa kau gila ?? disana banyak musuh yang akan membunuhmu”
Jack                 : “aku memang gila ! berikan senjatamu !!”
May Rick        : “Baiklah, tapi bawalah keempat prajurit q ini untuk ikut denganmu”
Jack                 : “Baiklah, jagakan kaptenku, Mayor”
May Rick        : “Baiklah Jack”

Dengan tatapan sadis dan memegang senjata aku berjalan dan tak peduli kepada musuh “dor dor” dada dan kaki ku tertembak oleh musuh, dan aku tetap berjalan terus, tembakan musuh itu dibalas oleh Sgt Shadow

LetJen Jhony   : “Kau tak apa Jack?? Kaki dan dadamu tertembak”
Jack                 : “Aku tak apa-apa”

Kami pun melanjutkan perjalanan ke atas, musuh satu persatu kami bunuh dan kami sampai di ruangan yang dimaksud, aku melempar granat kedalam ruangan dan “DUAR” terjadi ledakan, lalu kami masuk, mengambil berkas dan langsung turun, aku menyerahkan berkas itu kepada Mayor Rick, dan mayor Rick terkejut

May Rick        : “Kau terluka Jack, berbaringlah dan kau akan dirawat sebentar”
Jack                 : “Tidak perlu, dimarkas saja mengobatinya”
May Rick         : “kau serius ?? darahmu telah keluar banyak Jack”

Aku hanya terdiam, menggendong kapten keluar gedung dan aku berbicara kepada semua pasukan

Jack                 : “Semua, kembali ketempat pertemuan awal”
Prajurit 1          : “Kapten kenapa Jack ??”
Jack                 : “Nanti kujelaskan”
Prajurit 1          : “Baiklah”

Setengah jam kemudian kami sampai ke tempat awal pertemuan, aku langsung berbaring lemas karna kekurangan darah

May Rick        : “Petugas P3K, tutup lukanya dan angkat dia ke helikopter”
Petugas P3K    : “Baik”
Prajurit 1          : “Mayor Rick, kepten Rodrigo kenapa??”
May Rick         : “dia tewas karna ditembak musuh dari belakang”
Prajurit 1          : “Dan Jack??”
May Rick        : “Dia tertembak saat mengambil berkas”
Prajurit 1          : “Malangnya nasibnya”

Mayor Rick mengumpulkan semua pasukan dan berbicara

May Rick        : “Marilah kita mendoakan agar kapten besar kita Rodrigo Diaz diterima disisinya dan Jack Skipper Leon Hard agar cepat sembuh, marilah kita melepas topikita untuk menghormati perginya Rodrigo”
All                   : “Baik Mayor”
May Rick         : “Apa kalian setuju jika Jack menjadi kapten kita?? Yang setuju angkat tangan”
Semua prajurit mengangkat tangannya

May Rick         : “Baiklah kita setuju jika Jack menjadi Kapten kita, sekarang kita kembali ke helikopter untuk kembali ke markas”
All                   : “Baik Mayor”

Semua prajurit kembali ke helikopter masing-masing dan Mayor masuk kedalam helikopter yang ada mayat Kapten Rodrigo dan aku yang terkapar
Didalam hatinya mayor Rick berkata

May Rick        : “Tugas kita sudah selesai kapten, kau mempunyai prajurit emas yang memiliki semangat yang sangat besar, aku janji akan menjaganya dengan sebisaku, apa kau tau ?? dia sekarang menjadi penggantimu sebagai kapten besar dan semoga kau tenang dialam sana”

Mayor Rick menghampiri tubuhku yang sedang terbaring lemas, dia menatap dengan penuh kasih sayang, tetapi tiba-tiba aku bangun

Jack                 :”Kapten Rodrigo !!!! Dimana kaptenku ?? ini semua hanya mimpi, bukan ??
May Rick         : “Maaf, kau sedang tak bermimpi Jack, Kematian Rodrigo telah terjadi, kau sekarang akan ikut denganku dan satu lagi, kau telah ditunjuk oleh semua pasukan sebagai kapten besar”
Jack                 : “Aku tak butuh jabatan atau apapun itu, aku hanya perlu keptenku kembali, mayor” (Sambil memeluk Rick)
May Rick         : “Aku tau perasaanmu jack, tapi ajal telah memanggilnya, tak ada yang bisa kau lakukan, dan Rodrigo tertembak karna dia melindungimu, tembakan itu sesungguhnya mengarah ke tubuhmu tetapi Rodrigo mengorbankan dirinya”
Jack                 : “Berarti ini semua kesalahan ku, aku yang membuat kapten Rodrigo mati”
May Rick         : “Bukan, itgu bukan salahmu, tetapi itu sudah takdirnya, aku yakin hari demi hari kau akan melupakan kejadian ini dan hanya akan mengingat nama dan jasa Rodrigo saja”
Jack                 : “Itu mungkin terjadi Mayor”
Mayor Rick     : “Ya, janganlah bersedih, Battalion 11 akan mendukungmu”
Jack                 : “Terima kasih mayor Rick” (dengan air mata yang terusmenetes)
May Rick         : “Yes Kapten”

Mulai hari itu Letcol Jack yang sekaligus Kapten Besar hidup sendirian tetapi masih ada Mayor Rick yang selalu menemaninya, mereka berdua dan gabungan Battalion 1-11 berhasil menumpas kejahatan perang diseluruh dunia dan membuat perdamaian di seluruh muka bumi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar