WAR
(AFGHANISTAN)
Beberapa
tahun lalu aku bertemu dengan seseorang, dia bernama Rodrigo Diaz, dia adalah
seorang tentara perdamaian untuk dunia, dia menawarkanku untuk bergabung
dengannya, awalnya aku menolak karna tak mempunyai bakat apapun, tetapi dia
memaksa dan dia mengatakan jika dia ingin mengajariku semuanya, akhirnya aku
menerima ajakannya
Setelah
aku menerima tawarannya itu aku benar-benar diajarkan semua, termasuk
persenjataan, tak terasa 6 bulan sudah berlalu
Kapten : “kau benar-benar cepat memahami
semua yang aku ajarkan padamu”
Jack : “Terima kasih kapten, ini semua karnamu”
Kapten : “Ini karna keseriusanmu untuk
memahami semua itu jack, ini bukan
karnaku”
Jack : “Terima kasih banyak, pak”
Kapten : “Apa kau siap, jack??”
Jack
: “Siap untuk apa, kapten ??”
Kapten : “Untuk
berperang di afghanistan bersamaku dengan yang lain”
Deg,
jantungku terasa berhenti karna kaget mendengar perkataan kapten Rodrigo dan
hampir tak bisa bekata-kata lagi, tetapi akhirnya aku menjawab
Jack : “A.Apa ?? Perang ?? Aku belum
siap kapten, terlalu cepat untuk melakukan itu”
Kapten : “Tak apa, kau adalah prajurit
terbaikku, kau pasti bisa dan kau pasti akan siap”
Jack : “Ohh begitukah menurutmu ?? Jika menurutmu begitu aku akan
mengikuti kata-katamu”
Kapten : “Bagus,posisimu dan 20 orang
lagi dibagian sniper, menurutmu aku cocok di bagian apa??”
Jack : “Bagiku kau cocok dibagian sniper juga,
kapten”
Kapten : “Baiklah aku akan dibagian
sniper dan aku akan slalu disampingmu untuk melindungimu”
Jack
: “Benarkah itu ??”
Kapten : “Yaa itu benar”
Persiapan telah dilakukan seminggu sebelum perang
dimulai, ku menghabiskan waktu itu untuk tetap berlatih menembak, dan hari
dimana pemberangkatan pasukan perang sudah tiba, Vegeance, Shadow, Ray, Jhony,
dan Hard dan beberapa orang lainnya lagi mereka semua dari negara yang berbeda
tetapi mereka sama-sama tergabung dalam Spesial Force, dalam perjalanan kami
menyusun strategi yang akan digunakan, beberapa menit kemudian kami sampai pada
titik penerjunan, dan kami terjun dari ketinggian 3000 kaki, dari atas terlihat
orang yang sedang baku tembak, tiba” kapten Rodrigo berbicara melalui radio
Kapten :
“Kalian semua ingat posisi kalian dan ingat strategi yang telah kita buat
bersama”
All : “Baik pak”
Setelah sampai didaratan kami semua menempati posisi
masing-masing, kapten berbicara lagi
Kapten : “Misi
kita mengambil berkas yang dipegang oleh ketua teroris itu ! ambil berkas dan berkumpul
disini lagi”
All : “Baik, kapten, kami akan menyelesaikan misi dengan
baik”
Kapten :
“Kuharap begitu. Dan Jack kau ikut akumelalui jalur selatan”
Jack : “A.Aku ?? ohh baiklah kapten”
Kapten : “Okay,
now move, mov, move !!!”
All :
“ Yes, sir “
Semua pasukan menyebar keseluruh tempat mengikuti
strategi yang dibuat, tak selang beberapa menit kami mendapat serangan dari
musuh, ratusan tembakan kami keluarkan, akhirnnya semua musuh telah mundur,
syukurlah pasukan kami masih utuh dan tak terluka sedikitpun dan kamipun
melanjutkan perjalanan, tapi tiba”
Cpl.
Shadow :
“Awas !!! RPG datang !!!”
Semua pasuka merunduk dan melindungi kepala masing”,
tetapi ada salah satu prajurit telat merunduk dan akhirnya BOOOM, prajurit itu
mati terkena RPG, dengan geramnya aku menembak kepalanya 2x dan akhirnya si
pemegang RPG itu mati dengan keadaan kepala yang hancur, dengan sedih melihat
salah satu prajurit mati, kami meneruskan perjalanan
Kapten : “Target
tempat sudah dekat dan terletak setengah kilometer dari sini. Jack, kau bersiap
siaga dan mencari spot untuk menembak, musuh berada pada tingkat 3 di jendela
ke 4 dari kanan “
Jack : “ baik kapten “
Kapten : “Aku
akan melindungi kalian dari jarak 250 meter, Mayor Rick kau ikut Letcol Jack
dan aku di jarak 250 meter, dan kumohon 2 orang lagi yang memegang M4A1 untuk
melindungi kami”
May.
Rick :
“Baiklah kapten”
Sgt
Trickster : “Aku Pemegang M4A1 meminta
ijin untuk melindungi kalian pak ”
Cpl
Ace :
“Saya juga kapten, meminta ijin untuk melindungi kalian”
Kapten : “Ijin
dterima, sekarang jalankan tugas, ayo maju !!”
All : Baik, kapten !”
Dari 100 Prajurit dibagi menjadi 2 kelompok yaitu
kelompok 1 yang diberi nama Eagle eye dipimpin oleh rodrigo dan bertugas untuk
memantau dengan menembak dari jauh, tetapi pasukan ini dibagi menjadi 4 lagi
dan berada di pos tembak yang berbeda
Dan satunya lagi kelompok nomor 2 yang bernama Bald Eagle
001, mereka kelompok yang membawa senjata yang khusus untuk menyerang dan
bertugas untuk membobol markas lawan, dipimpin oleh Mayor Rick dan mereka suka
menerobos secara bersamaan
May. Rick : “Attention,
general Rodrigo, kami sudah siap menerobos kedalam, apakah keadaan dibagian
atas aman, menurutmu ??”
Kapten : ”Sudah
aman, kami sudah menembak jatuh mereka semua, tunggu sebentar disitu, aku dan
Jack akan ikut masuk untuk melindungimu”
May. Rick :
“Baiklah”
Kami berdua berangkat ke tempat mayor Rick yang kebetulan
tidak terlalu jauh dari pos kami. Beberapa menit kemudian kami sampai ditujuan
May Rick : “Kau sudah
datang Rodrigo ?? pakailah senjataku ini, aku akan memakai D Eagle kesayanganku
ini”
Kapten :
“Terima kasih, tapi kurasa tak perlu, aku sudah mempunyai L11541”
May Rick : “Baiklah
kalau begitu, lets move !!”
Lalu Kapten Rodrigo menghubungi pasukannya yang ada di
pos
Kapten : “Siap siaga, jaga
tempat ini dari kejauhan”
All : “Baik Kapten”
Mereka akhirnya masuk ke gedung dan menyebar untuk
membunuh musuh-musuh. Beberapa menit kemudian kami mendapatkan serangan dari
musuh, aku mengangkat senjata dan “DOR” aku mengenai kepala musuhku itu
May
Rick :
“Niceshot Jack, you hit the head”
Jack :
“Thanks mayor Rick”
Kami berjalan lagi dan langsung menuju ke lantai yang
dipakai musuh untukmeletakkan berkas yang kami cari tersebut, kami berjalan
dengan hati” tetapi tiba-tiba “DOR-DOR-DOR” aku kaget dan melihat kebelakang,
ternyata kapten Rodrigo tertembak di bagian dada, kaki, dan pahanya, dia
terkapar, aku segera menaruh senjataku dan menghampiri tubuh kapten
Jack : “Kapten !!!!!!!!!”
Dengan mengeluarkan D Eagle dan menembak kepala musuhku
itu
May
Rick :
“Rodrigo!! Bertahanlah, dimana petugas pertolongan pertama ??”
Petugas pertolongan pertama datang dan langsung menutup
luka kapten
Dengan suara melemah kapten berbicara
Kapten : “J Jack percuma
kau menutup luka ini, umurku sudah sebentar lagi”
Jack : “Bicara apa kau, jangan lemah
begitu kapten”
Kapten : “Jaga dirimu baik-baik Jack, jangan pernah
putus semangat, tetaplah maju, sampaikan kepada keluargaku “kalau aku mati
terhormat di medan perang” dan satu lagi “JANGAN PERNAH LUPAKAN AKU” Jack
Jack :
“Aku tidak akan pernah melupakanmu kapten” (dengan mengangis)
Kapten Rodrigo hanya tersenyum dan beberapa detik
kemudian dia memejamkan matanya untuk selamanya
May
Rick : “Jack jagalah jasad Rodrigo disini, kami akan
mengambil...”
Jack :
“tidak !! aku yang akan mengambil berkas itu sendirian, berikan senjatamu itu”
(potongku)
May Rick : “apa kau
gila ?? disana banyak musuh yang akan membunuhmu”
Jack :
“aku memang gila ! berikan senjatamu !!”
May Rick : “Baiklah,
tapi bawalah keempat prajurit q ini untuk ikut denganmu”
Jack :
“Baiklah, jagakan kaptenku, Mayor”
May Rick : “Baiklah
Jack”
Dengan tatapan sadis dan memegang senjata aku
berjalan dan tak peduli kepada musuh “dor dor” dada dan kaki ku tertembak oleh
musuh, dan aku tetap berjalan terus, tembakan musuh itu dibalas oleh Sgt Shadow
LetJen Jhony : “Kau tak apa
Jack?? Kaki dan dadamu tertembak”
Jack :
“Aku tak apa-apa”
Kami pun melanjutkan perjalanan ke atas,
musuh satu persatu kami bunuh dan kami sampai di ruangan yang dimaksud, aku
melempar granat kedalam ruangan dan “DUAR” terjadi ledakan, lalu kami masuk,
mengambil berkas dan langsung turun, aku menyerahkan berkas itu kepada Mayor
Rick, dan mayor Rick terkejut
May Rick : “Kau terluka
Jack, berbaringlah dan kau akan dirawat sebentar”
Jack :
“Tidak perlu, dimarkas saja mengobatinya”
May Rick :
“kau serius ?? darahmu telah keluar banyak Jack”
Aku hanya terdiam, menggendong kapten keluar
gedung dan aku berbicara kepada semua pasukan
Jack :
“Semua, kembali ketempat pertemuan awal”
Prajurit 1 :
“Kapten kenapa Jack ??”
Jack :
“Nanti kujelaskan”
Prajurit 1 :
“Baiklah”
Setengah jam kemudian kami sampai ke tempat
awal pertemuan, aku langsung berbaring lemas karna kekurangan darah
May Rick : “Petugas P3K,
tutup lukanya dan angkat dia ke helikopter”
Petugas P3K :
“Baik”
Prajurit 1 :
“Mayor Rick, kepten Rodrigo kenapa??”
May Rick :
“dia tewas karna ditembak musuh dari belakang”
Prajurit 1 :
“Dan Jack??”
May Rick : “Dia
tertembak saat mengambil berkas”
Prajurit 1 :
“Malangnya nasibnya”
Mayor Rick mengumpulkan semua pasukan dan
berbicara
May
Rick : “Marilah kita mendoakan agar kapten besar
kita Rodrigo Diaz diterima disisinya dan Jack Skipper Leon Hard agar cepat
sembuh, marilah kita melepas topikita untuk menghormati perginya Rodrigo”
All :
“Baik Mayor”
May Rick : “Apa
kalian setuju jika Jack menjadi kapten kita?? Yang setuju angkat tangan”
Semua
prajurit mengangkat tangannya
May Rick : “Baiklah
kita setuju jika Jack menjadi Kapten kita, sekarang kita kembali ke helikopter
untuk kembali ke markas”
All :
“Baik Mayor”
Semua prajurit kembali ke helikopter masing-masing dan
Mayor masuk kedalam helikopter yang ada mayat Kapten Rodrigo dan aku yang
terkapar
Didalam hatinya mayor Rick berkata
May Rick : “Tugas
kita sudah selesai kapten, kau mempunyai prajurit emas yang memiliki semangat
yang sangat besar, aku janji akan menjaganya dengan sebisaku, apa kau tau ??
dia sekarang menjadi penggantimu sebagai kapten besar dan semoga kau tenang
dialam sana”
Mayor Rick menghampiri tubuhku yang sedang terbaring
lemas, dia menatap dengan penuh kasih sayang, tetapi tiba-tiba aku bangun
Jack :”Kapten
Rodrigo !!!! Dimana kaptenku ?? ini semua hanya mimpi, bukan ??
May Rick : “Maaf,
kau sedang tak bermimpi Jack, Kematian Rodrigo telah terjadi, kau sekarang akan
ikut denganku dan satu lagi, kau telah ditunjuk oleh semua pasukan sebagai
kapten besar”
Jack :
“Aku tak butuh jabatan atau apapun itu, aku hanya perlu keptenku kembali,
mayor” (Sambil memeluk Rick)
May Rick : “Aku tau
perasaanmu jack, tapi ajal telah memanggilnya, tak ada yang bisa kau lakukan,
dan Rodrigo tertembak karna dia melindungimu, tembakan itu sesungguhnya
mengarah ke tubuhmu tetapi Rodrigo mengorbankan dirinya”
Jack :
“Berarti ini semua kesalahan ku, aku yang membuat kapten Rodrigo mati”
May Rick : “Bukan,
itgu bukan salahmu, tetapi itu sudah takdirnya, aku yakin hari demi hari kau
akan melupakan kejadian ini dan hanya akan mengingat nama dan jasa Rodrigo
saja”
Jack : “Itu mungkin terjadi Mayor”
Mayor Rick : “Ya,
janganlah bersedih, Battalion 11 akan mendukungmu”
Jack : “Terima kasih mayor Rick”
(dengan air mata yang terusmenetes)
May Rick : “Yes
Kapten”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar